Rabu, 07 Desember 2016

Penyebab Stres yang Paling Umum Terjadi

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa stres merupakan kondisi dan situasi dimana seseorang berada dalam suasana yang tidak menguntungkan. Merasa tidak nyaman dengan apa yang dialaminya. Kondisi tersebut bisa diketahui dengan gejala-gejala yang dialaminya seperti susah tidur, mudah marah, atau sering kali menangis tanpa sebab yang jelas.

Kondisi Stres

Segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebab sebelumnya. Ada akibat maka ada sebab. Sesorang bisa sampai mengalami stres pasti ada sebab yang membuatnya menjadi stres. Sebab atau faktor-faktor munculnya stres bisa desebut sebagai stressor. Stressor bisa muncul kapan saja dan dimana saja dengan berbagai situasi dan kondisi tertentu. Bahkan banyak juga orang yang tidak menyadari bahwa yang dialaminya merupakan salah satu dari penyebab atau faktor stres (stressor).

Sebab Stres atau Faktor-Faktor Stres


Lalu apa sajakah penyebab stres itu? Apa saja faktor stres? Tentunya banyak sekali sebab dan faktor stres yang tidak mungkin bisa disebutkan satu persatu di sini. Tetapi dengan berbekal beberapa refrensi bacaan dan pengalaman pribadi, penulis akan menyebutkan dan membagikan beberapa penyebab stres yang umumnya terjadi pada seseorang. Berikut sebab-sebab stres yang paling umum terjadi:

Faktor Stres

Beban kerja yang menumpuk ; Ketika seseorang bekerja pasti memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya masing-masing. Tetapi tidak jarang pula ada orang yang memiliki beban kerja yang menumpuk, entah itu disebabkan oleh kelalaiannya sendiri atau memang sengaja ia tunda tanggung jawab pekerjaannya, sehingga beban kerjanya semakin banyak dan akhirnya terasa sangat memberatkan baginya. Sudah barang tentu pekerjaan yang menumpuk akan membuat kondisinya semakin memburuk.

Beban tanggungan hidup ; Selain pekerjaan, beban juga bisa dialami seseorang pada kehidupan sehari-hari. Kondisi kebutuhan hidup semakin tinggi sedangkan pemenuhan kebutuhan hidup belum tercukupi membuatnya terasa semakin tertekan. Contohnya; harga bahan pokok semakin mahal sedangkan kondisi ekonomi pas-pasan, pengeluaran kebutuhan keluarga semakin banyak sedangkan pemasukan belum bertambah. Jika anda berada pada kondisi seperti dan berpikir tidak mampu tentu akan membuat anda semakin tertekan dan terus tertekan.

Tekanan lingkungan sekitar ; Lingkungan memiliki andil yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tidak jarang banyak yang stres akibat tekanan dari lingkungan hidupnya. Tekanan tersebut bisa berupa paksaan yang mengharuskan untuk melakukan apa yang tidak bisa dilakukan, memiliki apa yang tidak bisa dimiliki, juga memaksa kemampuan yang belum dikuasai. Contohnya; tekanan dari keluarga yang mengharuskan ia untuk segera menikah, sedangkan ia merasa belum mampu untuk menempuh keluarga baru, akhirnya timbul konflik antar keluarga. Kondisi seperti ini jika ia tidak bisa menyikapi dengan baik maka mentalnya akan semakin tertekan.

Kekecewaan yang mendalam ; Setiap manusia pasti memiliki harapan, tetapi apa jadinya jika harapan itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Tidak puas, tidak senang, merasa gagal, yang berujung pada kekecewaan yang sangat mendalam. Misalnya; kita telah bekerja keras siang dan malam, tetapi hasil pekerjaan kita tidak dihargai bahkan dianggap salah; kita telah melakukan apapun kepada sang kekasih, tetapi ujung-ujungnya ia lari bersama kekasih barunya. Kondisi seperti pasti sangat mengecewakan, yang mana apabila tidak segera mengambil tindakan tegas bisa jadi sampai frustasi.

Kegagalan meraih tujuan ; Siapa manusia yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya? Hampir mustahil manusia hidup tanpa kegagalan sama sekali. Kegagalan justru modal awal menuju keberhasilan, jika mengalami kegagalan berarti kita telah mendapatkan tiket menuju kesuksesan. Kegagalan bisa disulap menjadi kesuksesan tentunya dengan semangat juang keras tanpa kenal putus asa. Tetapi tidak bagi orang yang mudah putus asa dan tidak bagi orang yang ingin mencapai tujuan dengan jalan instan. Baginya kegagalan adalah bencana besar yang melanda hidupnya. Dan tidak jarang orang semakin terpuruk karena kegagalan yang dialaminya, stres pun melanda menguasai otaknya.

Merasa tidak mampu ; Selalu berpikir negatif, psimis, merasa tidak mampu juga merupakan salah satu penyebab anda berada dalam kondisi stres. Misalnya; anda merasa tidak bisa sebelum mencoba, takut mengambil keputusan, ragu menentukan tujuan. Jika anda terus berpikiran seperti ini tidak menutup kemungkinan anda akan semakin tidak mampu dan berujung pada kegalauan tingkat tinggi. Bahkan berpikir negatif bukan hanya berpengaruh pada kondisi mental saja, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik kita. Dan bukan hanya merugikan diri sendiri saja tetapi juga orang lain dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, jangan larut dengan perasaan tidak mampu. Tetaplah berpikir optimis terhadap kemampuan anda.

Sakit keras ; Salah satu penyebab stres selanjutnya adalah sakit keras. Sakit yang menyerang tubuh kita membuat tubuh semakin lemah yang juga menyebabkan mental kita semakin lemah. Terlebih ketika penyakit yang menyerang adalah penyakit kronis dan parah, tentunya sangat mempengaruhi kondisi mental. Oleh sebab itu, jika ada gejala bahwa anda terserang penyakit segeralah periksakan kesehatan anda ke dokter. Apabila diketahui sakit tersebut bersifat kronis dan parah, tetaplah berpikir positif supaya penyakit tidak semakin parah dan menggangu mental kita.

Demikian beberapa penyebab atau faktor-faktor stres yang paling umum terjadi. Dari beberapa penyebab dan faktor dia atas, sebenarnya mudah saja kita atasi jika kita tetap bisa dan mau berpikir positif. Dengan kata lain penyebab stres adalah dari pikiran kita sendiri. Jadi hindari stres dengan berpikir positif. Kekebalan tubuh kita akan tetap terjaga apabila kita tidak telat makan dan rutin berolahraga. Begitu pula kondisi mental kita harus tetap terjaga dengan pikiran positif dan selalu optimis.

Baja Juga:
Kenali Gejala Stres Sebelum Stres Melanda Pikiran Anda

hal yang membuat tersenyum adalah kebahagian orang lain oleh diriku

ETIKA BERKOMENTAR
1. Pastikan membaca dari awal sampai akhir supaya tidak salah paham
2. Silahkan berkomentar dengan bijaksana
EmoticonEmoticon