Senin, 30 Januari 2017

Inilah 4 Tips Supaya Kita Sukses Mengatasi Kegagalan

Tags

Mengapa sih hidup di dunia ini tidak luput dari kegagalan? Kenapa sukses itu tidak bisa kita raih dengan mudah? Adakah hikmah dari kegagalan yang selalu kita alami ini? Mungkin demikian pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran kita ketika kita gagal meraih tujuan yang ditargetkan. Tentu semua manusia hidup di dunia pasti mengalami kegagalan, tidak mungkin tidak. Kegagalan memang kadang begitu mengecewakan terlebih ketika kita sangat menggebu ingin mencapai suatu target dengan cepat.

Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak lagi takut gagal? Adakah tips supaya kita sukses mengatasi kegagalan? Pasti ada dan semua orang memiliki cara sendiri untuk mengatasinya. Di sini saya juga ingin membantu teman-teman dengan memberikan tips sederhana supaya teman-teman tidak takut gagal lagi. Di sini saya memang bukan seorang motivator hebat, tetapi paling tidak semoga dengan tulisan saya di bawah ini bisa membangkitkan semangat kalian untuk kembali meraih target yang selama ini tertunda.

Gagal dan Putus Asa

Inilah Tips Sukses Mengatasi Kegagalan


Tips ini sangat sederhana, semua pasti sudah tahu karena banyak yang sudah menulisnya. Jika kalian masih ingat, tips di bawah ini merupakan pelajaran BK (Bimbingan Konseling) kelas 7 SMP. Ada 4 tips diantaranya adalah introspeksi diri, jangan putus asa, mengambil langkah baru, dan bangun rasa percaya diri.

Tips 1 : Introspeksi Diri Sendiri

Ketika kita mengalami kegagalan kini tiba saatnya untuk introspeksi diri. Yakni mulai mengoreksi diri mulai dari menemukan kekurangan dan kelemahan apa saja yang perlu kita perbaiki. Kemudian mencari peluang, kekuatan, serta kelebihan apa saja yang bisa gunakan sebagai solusi. Dengan introspeksi diri maka kita telah menemukan jati diri, bisa mempersiapkan persiapan yang matang sebelum melangkah kembali, dan bisa mencoba lagi tanpa takut terjatuh lagi.

Tips 2 : Jangan Pernah Berputus Asa

Kebanyakan orang akan berputus asa usai mengalami kegagalan. Padahal putus asa hanya akan membuang-buang waktu, tidak ada gunanya, dan tidak akan menyelesaikan sebuah permasalahan. Namanya juga manusia, maklum jika memiliki perasaan putus asa setelah gagal. Namun jangan di pelihara berkepanjangan rasa putus asa tersebut. Segeralah bangkit kembali dan temukan semangat baru. Sadari bahwa mencoba lagi itu lebih baik dari pada harus berdiam diri meratapi kegagalan.

Tips 3 : Temukan Langkah Baru

Setelah memiliki modal persiapan lebih matang dari hasil introspeksi diri dan memutuskan untuk berjuang lagi, kini saatnya untuk mengambil langkah baru. Orang yang belajar dari kegagalan mereka pasti mendapat pelajaran berharga dari kegagalan sebelumnya. Jika tidak bisa mencapai dengan langkah awal maka cobalah lagi dengan langkah berikutnya. Langkah awal boleh jadi gagal karena memang belum ada persiapan matang, namun langkah kedua harus lebih baik karena sudah memiliki modal dan persiapan dari kehgagalan di langkah awal.

Tips 4 : Miliki Modal Percaya Diri

Ada suatu hal yang melunturkan semangat kita meraih cita-cita, yakni perasaan malu, minder, serta kurang percaya diri. Perasaan inilah yang membuat kita selalu merasa takut berhasil, belum mencoba tetapi  sudah di dahului rasa takut, akhirnya tidak yakin atau ragu-ragu, sehingga kesempatan yang sudah ada di depan mata pun semakin menjauh. Orang seperti ini jangan harap bisa sukses, belum mencoba tetapi mengklaim dirinya tidak mampu. Kita harus tahu bahwa modal utama agar berani melawan rasa takut adalah dengan memiliki rasa percaya diri. 

Sukses itu seperti pertandingan, harus mengerti arti kemenangan dan menghargai kekalahan.


Sukses itu bagaikan sebuah pertandingan, ada kalah ada menang. Dalam suatu pertandingan misalnya saja sepak bola, untuk menjadi pemenang maka mencetak gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya adalah targetnya. Berbagai teknik dan taktik di terapkan di dalam permainan, baik itu cara menyerang dan tidak lupa bagaimana bertahan. Ada suatu waktu peluang bisa diciptakan namun tidak bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi gol, sebaliknya keseriusan menyerang membuat lupa pertahanan akhirnya malah kebobolan.

Nah di sinilah peran pengamat dibutuhkan, bukan penonton yang bersorak gembira jika tim kesayangan menang dan mencemooh jika tim kebanggaan kalah. Pengamat akan mengamati jalannya pertandingan dengan cermat dan cerdas, sehingga mampu memberi kritik dan saran bagaimana mengevaluasi pertandingan yang telah usai berlangsung guna memperbaiki dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Kita tahu bahwa pelatih dengan segenap kemampuannya telah memberi arahan kepada para pemainnya. Namun pemain hanyalah manusia bisa, mereka tidak mungkin menguasai segala instruksi pelatih, apa lagi mereka bekerja sebagai satu tim. Untuk itu jadilah pengamat yang bijaksana dan jangan menjadi penonton yang hanya bisa bersorak.

Seperti inilah analogi ketika kita mengejar kesuksesan, ada target yang jelas, periapan fisik dan mental yang matang, serta harus mengerti kapan harus berjuang dan kapan harus bertahan. Sehingga kita mampu menjadi juara sejati yang menikmati keberhasilan bukan menjadi pecundang yang meratapi kegagalan.

Kesimpulan

Untuk menjawab semua pertanyaan di paragraf pertama silahkan ambil kesimpulan masing-masing, jika kalian dewasa pasti bisa menjawab semua pertanyaan di atas. Intinya kegagalan merupakan suatu ujian, dan setiap ujian pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Dengan memanfaatkan kegegalan sebagai batu loncatan maka kita mampu menjadi pribadi dewasa yang mampu sukses mengatasi kegagalan.

Kalau cuma berkata itu gampang ya, padahal belum tentu bisa melakukan sesuai yang di katakan. Lebih gampang lagi kalau melamun sambil meratapi kegagalan deh kayaknya. Sebab berkata itu masih butuh mikir, apalagi kata ini dalam bentuk tulisan bukan ucapan. Kalau melamun kan tinggal duduk santai sambil menghayati pikiran yang melayang entah kemana, hehe

Baca Juga:

hal yang membuat tersenyum adalah kebahagian orang lain oleh diriku

1 komentar so far

jangan pernah putus asa, karena pengalaman adalah guru terbaik

ETIKA BERKOMENTAR
1. Pastikan membaca dari awal sampai akhir supaya tidak salah paham
2. Silahkan berkomentar dengan bijaksana
EmoticonEmoticon