Senin, 21 Januari 2019

Mengapa Anak Masuk SD/MI Harus Berusia 7 Tahun?

Kenapa anak masuk SD / MI harus berusia 7 tahun? - Ayah & Bunda sudah tahukah anda kenapa anak usia 7 tahun baru boleh masuk di pendidikan dasar (SD / MI)? Jika belum tahu apa saja alasannya, berikut akan kami jelaskan kenapa anak masuk SD harus berusia 7 tahun.

Anak Usia 7 Tahun Baru Bisa Masuk Pendidikan Dasar

Ada hal penting yang harus diperhatikan bahwa selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus benar-benar dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di pendidikan dasar. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan peraturan anak 7 tahun masuk SD.

Namun, hal ini jarang diperhatikan orang tua. Banyak dari mereka protes pada panitia penerimaan siswa baru karena anak mereka ditolak gara-gara belum berusia 7 tahun. Mereka (orang tua) beranggapan kemampuan intelektual anak sudah sangat mumpuni, mampu berhitung serta menulis. Di sini Ayah & Bunda harus paham, apakah si anak secara mental dan psikologis sudah siap duduk di bangku pendidikan dasar?

Baca juga:

Sebagai orang tua yang baik, kita harus paham bahwa anak usia 5 - 6 tahun masih dalam tahap mengembangkan keterampilan sosial dan motorik atau gerak. Sedangkan untuk mulai belajar di kelas 1 SD anak harus sudah bisa serius mengikuti pelajaran dalam waktu yang cukup lama dan dalam ruang yang terbatas. Tentu saja anak usia 6 tahun ke bawah akan kesulitan mengikuti seluruh jam pelajaran di sekolah.

Alasan Anak Masuk SD/MI Harus Berusia 7 Tahun


Berikut ini beberapa alasan mengapa usia masuk SD/MI ditetapkan 7 tahun minimal 6 tahun:

1. Aspek Fisik


Pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Untuk diam di kelas sampai siang. Gerakan motorik anak sudah lebih bagus, otot dan sarafnya juga sudah terbentuk. Untuk memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa. Sementara usia kurang dari 6 tahun terkadang belum siap, karena anak-anak usia ini masih suka bermain.

2. Aspek Psikologis


Dalam teori perkembangan, anak mulai bisa berkonsentrasi dengan baik pada usia di atas 6 tahun. Semakin bertambah usianya, kemampuan konsentrasi meningkat, semakin mampu memilah materi mana yang harus diperhatikan dan yang harus diabaikan. Rentang konsentrasi untuk usia sekolah biasanya sekitar 30-45 menit.

Anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah khususnya di kelas satu, karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi. Ia masih mengembangkan keteram­pilan geraknya. Akibatnya dia akan sulit berkonsentrasi, meskipun secara kemampuan intelektualnya dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan.

3. Aspek Kognitif  


Saat akan masuk ke SD anak diharapkan mampu membaca, menulis, berhitung sederhana. Selain itu anak juga diharapkan mampu mengikuti instruksi, paham dan bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan.

4. Aspek Emosi


Umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandiriannya belum maksimal. Padahal di jenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Ia diharapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orangtuanya.

Jadi, masalah yang akan terlihat adalah anak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, tapi di sisi lain, misalnya anak masih minta ditunggui bunda atau tidak berani pipis sendiri di toilet umum sekolah atau mudah menyerah terhadap tugas yang diberikan atau tidak mau mengerjakan PR karena masih lebih suka bermain dan sebagainya.

Melihat berbagai aspek tersebut, sebaiknya ayah bunda jangan terlalu dini menyekolahkan anak, lihat kondisi anak. Karena tiap anak berbeda. Jika ayah bunda memang masih belum yakin memasukkan anak ke SD, bila perlu konsultasikan dengan psikolog anak apakah anak ayah bunda sudah siap atau belum memasuki SD.

Alangkah baiknya tidak memaksakan kehendak pada anak. Biarkan anak juga yang menentukan. Keberhasilan dan perkembangan anak juga ditentukan oleh keputusan awal memasukkan anak ke SD.

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda (centang beri tahu saya untuk mendapat balasan komentar via email)
EmoticonEmoticon